Takaran pakan lele harian paling pas dihitung dari berat total semua ikan di kolam (dalam istilah teknis disebut biomassa), bukan dari perkiraan atau kebiasaan. Jumlah pakan per hari diberikan sebagai persen dari berat itu, dan persennya makin kecil seiring ikan bertambah umur. Gampangnya, lele kecil atau benih diberi pakan sekitar 5 sampai 7 persen dari beratnya per hari. Angka itu turun ke sekitar 3 persen saat lele mulai besar, lalu tinggal 2 sampai 3 persen menjelang panen. Jumlah pemberiannya juga ikut umur, yaitu 4 sampai 5 kali sehari untuk benih dan 2 sampai 3 kali sehari untuk lele dewasa. Prinsip sederhana inilah yang menjadi dasar tabel pemberian pakan ikan lele yang praktis dan hemat biaya.
Kenapa persentase pakan lele harus dikurangi seiring waktu? Alasannya, masa pertumbuhan lele kecil sangat cepat, sedangkan lele besar pertumbuhannya sudah mulai melambat. Jika takarannya keliru, pakan akan terbuang sia-sia (jika berlebih) atau ikan lambat membesar (jika kurang). Karena pakan memakan 60-70% dari modal produksi, ketepatan menakar adalah kunci utama untung-rugi peternak.
Kenapa takaran pakan menurun seiring umur lele
Kebutuhan pakan lele tidak pernah tetap. Saat masih benih, tubuh ikan bekerja sangat cepat dan hampir semua makanan dipakai untuk tumbuh, sehingga porsinya besar dibanding beratnya. Makin dewasa, pertumbuhannya melambat dan sebagian makanan hanya dipakai untuk menjaga tubuh tetap sehat. Karena itu, memberi pakan 5 persen dari berat tubuh masih wajar untuk benih, tetapi jadi pemborosan besar kalau diterapkan pada lele yang sudah siap panen.
Jumlah pakan harian yang dihitung sebagai persen dari berat ikan ini punya nama teknis, yaitu feeding rate. Anggap saja ini rem alami supaya Anda tidak memberi pakan asal banyak. Untuk memahami alur budidaya dari awal, baca juga panduan budidaya ikan lele dari bibit hingga panen.
Panduan Pemberian Pakan Lele Harian per Fase
Panduan berikut bisa dipakai sebagai patokan awal. Angka pastinya tetap perlu disesuaikan dengan suhu air, tingkat kepadatan ikan, dan nafsu makan lele.
- Fase Benih (1–5 gram): Berikan pakan berupa tepung/remah halus sebanyak 5–7% dari bobot tubuh, dengan frekuensi 4–5 kali sehari.
- Pembesaran Awal (5–50 gram): Gunakan pelet kecil terapung sebanyak 4–5%, diberikan 3–4 kali sehari.
- Pembesaran Lanjut (50–100 gram): Berikan pelet sedang sebanyak 3%, dengan frekuensi 2–3 kali sehari.
- Menjelang Panen (>100 gram): Gunakan pelet besar dengan takaran 2–3%, cukup diberikan 2 kali sehari.
Catatan Penting: Perhatikan polanya; seiring bertambahnya umur, persentase takaran pakan menurun, ukuran pelet membesar, dan frekuensi pemberian berkurang. Panduan ini bukan aturan mati. Lele yang ditebar padat pada suhu air rendah mungkin makan lebih sedikit dari angka di atas.
Cara menghitung ulang jumlah pakan dari berat ikan
Berat ikan berubah setiap hari, jadi takaran pakan pun harus ikut diperbarui. Setiap 10 sampai 14 hari, timbang beberapa puluh ekor lele, lalu cari berat rata-ratanya. Kalikan berat rata-rata itu dengan perkiraan jumlah ikan yang masih hidup untuk mendapat berat total ikan. Setelah itu, kalikan hasilnya dengan persen takaran pakan pada fase saat itu.
Contohnya, kalau di kolam ada 3.000 ekor lele dengan berat rata-rata 40 gram, berarti berat totalnya 120 kilogram. Pada fase ini takarannya sekitar 4 persen, sehingga jatah pakan harian menjadi sekitar 4,8 kilogram, yang lalu dibagi ke dalam 3 sampai 4 kali pemberian. Dua minggu berikutnya, saat berat rata-rata naik, ulangi hitungan yang sama dengan persen yang sudah diturunkan.
Kebiasaan menghitung ulang inilah yang menjaga angka FCR tetap hemat. FCR atau feed conversion ratio adalah perbandingan berapa banyak pakan yang habis untuk menghasilkan satu kilogram daging lele. Makin kecil angkanya, makin hemat. Kalau Anda belum paham cara kerjanya, pelajari dulu apa itu feed conversion ratio dan cara menghitungnya sebelum menilai hasil panen.
Menyesuaikan ukuran pelet dengan bukaan mulut
Takaran yang tepat tidak ada gunanya kalau ukuran peletnya salah. Pelet yang terlalu besar tidak bisa ditelan benih dan akhirnya cuma mengendap di dasar kolam. Sebaliknya, pelet yang terlalu kecil untuk lele dewasa membuat ikan boros tenaga karena harus menyambar berkali-kali. Patokannya sederhana, yaitu ukuran butiran pakan sebaiknya sedikit lebih kecil dari bukaan mulut ikan.
Karena itu, benih diberi pakan berbentuk tepung atau remah halus, lalu naik ke pelet kecil, pelet sedang, dan pelet besar seiring pertumbuhan. STP yang sudah membuat pakan ikan dan udang sejak 1987 sebagai bagian dari JAPFA menyediakan rangkaian pakan lele untuk tiap fase, mulai dari PA Gold di tahap awal dan SPLA, LA 7K, dan PAE untuk pembesaran. Ukurannya bisa Anda cocokkan dengan fase di kolam lewat katalog pakan lele STP.
Bahaya memberi pakan berlebihan
Memberi pakan melebihi takaran adalah kesalahan yang paling sering menghabiskan keuntungan. Sisa pakan yang tidak termakan akan mengendap, membusuk, lalu melepas amonia, yaitu zat yang meracuni air kolam. Air yang kotor membuat lele stres, nafsu makannya turun, dan penyakit lebih mudah masuk.
Efeknya lalu merembet ke angka FCR. Makin banyak pakan terbuang, makin banyak pula pakan untuk menghasilkan satu kilogram daging, sehingga biaya membengkak tanpa hasil sepadan. Tanda pakan berlebihan sebenarnya mudah dikenali, yaitu masih ada pelet mengapung beberapa menit setelah diberikan, serta air cepat keruh dan berbau. Kalau ini terjadi, kurangi porsinya lalu amati lagi respons makan ikan.
Inti tabel pemberian pakan lele harian ada pada satu prinsip, yaitu takaran sebagai persen dari berat total ikan yang menurun dari sekitar 5 sampai 7 persen saat benih hingga 2 sampai 3 persen menjelang panen. Gabungkan persen yang tepat dengan jumlah pemberian yang sesuai umur, penimbangan rutin tiap 10 sampai 14 hari, dan ukuran pelet yang pas, maka pakan akan berubah menjadi daging, bukan menjadi limbah. Kalau Anda ingin menyusun jadwal dan jenis pakan yang cocok dengan kondisi kolam, tim teknis STP siap membantu Anda .
FAQ
Berapa persen pakan lele dari bobot tubuh per hari?
Patokan umumnya 5 sampai 7 persen dari berat tubuh untuk benih, turun ke sekitar 3 persen pada fase pembesaran, lalu 2 sampai 3 persen menjelang panen. Angka ini perlu dihitung ulang setiap 10 sampai 14 hari mengikuti pertambahan berat ikan.
Berapa kali sehari lele diberi pakan?
Benih lele diberi pakan 4 sampai 5 kali sehari supaya nutrisinya terserap lebih merata. Saat masuk fase pembesaran hingga panen, 2 sampai 3 kali sehari sudah cukup, asalkan jadwalnya sama setiap hari.
Apa tanda lele diberi pakan berlebihan?
Tandanya adalah pelet masih mengapung beberapa menit setelah diberikan, serta air kolam cepat keruh dan berbau. Kondisi ini menaikkan amonia sekaligus angka FCR. Begitu terlihat, segera kurangi porsi dan sesuaikan dengan takaran fase ikan.








































