• 2026-08-13

PT Indojaya Agrinusa Unit Aquafeed (IJA), bagian dari STP (Japfa Aquaculture), resmi meraih sertifikasi Aquaculture Stewardship Council (ASC) Feed dari SCS Global Services selaku Badan Penilaian Kesesuaian (CAB) independen. Sertifikasi ini berlaku khusus untuk lini pakan ikan STP, menjadi bukti nyata komitmen STP dalam menghadirkan pakan ikan budidaya yang memenuhi standar keberlanjutan internasional, mulai dari legalitas, aspek sosial, hingga lingkungan.
Industri akuakultur nasional terus didorong untuk tumbuh secara bertanggung jawab, dan sertifikasi ASC Feed menjadi salah satu tolok ukur paling diakui secara global untuk itu. Dengan diraihnya sertifikasi ini, PT Indojaya Agrinusa Unit Aquafeed menempatkan diri sebagai bagian dari rantai pasok akuakultur yang telah melalui audit independen dan pengakuan internasional atas praktik keberlanjutannya.
ASC (Aquaculture Stewardship Council) adalah lembaga independen yang berfokus pada pengembangan standar akuakultur berkelanjutan, memastikan praktik budidaya dan produk seafood memenuhi kriteria ketat di sepanjang rantai pasok. Sertifikasi ASC Feed yang diraih IJA mencakup tiga aspek penilaian utama, yakni legal, sosial, dan lingkungan (environment), dengan proses uji tuntas yang melibatkan penelusuran asal bahan baku hingga risiko sosial dan ekologis di baliknya.
Capaian ini membawa manfaat ganda. Di sisi sosial, sertifikasi memastikan hak-hak karyawan serta masyarakat yang terlibat dalam rantai produksi terlindungi. Di sisi konsumen dan pembudidaya, sertifikasi ini menjamin transparansi asal-usul bahan baku, sehingga produk berlabel ASC dapat dipastikan berasal dari proses yang memenuhi standar keamanan pangan internasional.
Sertifikasi ASC Feed yang diraih IJA ini berlaku khusus untuk lini pakan ikan. Artinya, jaminan proses produksi yang memenuhi standar legal, sosial, dan lingkungan ini melekat pada pakan ikan budidaya yang dihasilkan STP, memberi kepastian tambahan bagi pembudidaya ikan bahwa pakan yang digunakan telah melalui audit independen dan diakui secara internasional.
Cakupan ini turut mencakup pakan ikan nila untuk budidaya kolam dan keramba, sejalan dengan komitmen STP menghadirkan pakan STP yang konsisten mengedepankan standar mutu dan keamanan pangan di setiap lini produksinya.
Penggunaan pakan bersertifikasi ASC juga memberi nilai tambah bagi pembudidaya yang produknya ditujukan untuk pasar ekspor, mengingat sejumlah negara tujuan kini semakin ketat mensyaratkan jejak keberlanjutan pada rantai pasok produk perikanan yang masuk ke wilayahnya.
Komitmen keberlanjutan STP tidak berhenti pada capaian sertifikasi semata. Sebagai bagian dari pemenuhan standar ASC Feed, IJA turut secara rutin melaporkan data operasional terkait jejak lingkungan pabriknya, salah satunya melalui laporan konsumsi energi tahunan. Secara umum, laporan ini merangkum sumber-sumber energi yang digunakan sepanjang proses produksi pakan — mulai dari listrik, bahan bakar seperti biodiesel, hingga biomassa — sebagai bentuk akuntabilitas perusahaan atas jejak energi dan emisi yang dihasilkan dari aktivitas produksinya.
Pendekatan pelaporan yang terbuka ini sejalan dengan prinsip transparansi yang dijunjung ASC di sepanjang rantai pasok, sekaligus menjadi dasar bagi STP untuk terus mengevaluasi dan menekan dampak lingkungan dari operasional pabrik dari tahun ke tahun. Bagi mitra dan pembudidaya, keterbukaan data semacam ini memberi keyakinan tambahan bahwa pakan STP yang mereka gunakan diproduksi dengan mempertimbangkan dampak lingkungan secara menyeluruh, bukan hanya kualitas nutrisinya.
Dengan sertifikasi ASC Feed ini, STP menegaskan posisinya sebagai penyedia pakan ikan budidaya yang mengutamakan keberlanjutan di setiap tahap produksi — dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pelaporan jejak lingkungan secara transparan. Bagi pembudidaya yang ingin memastikan pakan yang digunakan telah memenuhi standar internasional, tim teknis STP siap membantu memberikan rekomendasi pakan yang sesuai dengan kebutuhan dan fase budidaya Anda.
Sebagai bagian dari pemenuhan ASC Feed Standard, IJA turut menerbitkan GHG Emission Report yang merinci jejak emisi gas rumah kaca dari proses produksi pakannya. Laporan ini mencakup emisi pada tiga cakupan (scope 1, 2, dan 3) sesuai kerangka pelaporan internasional — mulai dari emisi langsung dari aktivitas operasional pabrik, emisi tidak langsung dari penggunaan energi seperti listrik, hingga emisi yang timbul dari rantai pasok bahan baku pakan.
Selain berdasarkan cakupan, emisi dalam laporan ini juga dikelompokkan menurut kategorinya, yakni emisi fosil, emisi biogenik, dan emisi akibat perubahan penggunaan lahan (land use change), dengan dua pendekatan perhitungan yaitu model berbasis massa (biophysical) dan model ekonomi. Pendekatan ganda ini membuat hasil pelaporan lebih komprehensif dan dapat dibandingkan lintas metodologi, sejalan dengan kerangka yang ditetapkan ASC.
Dengan menerbitkan laporan GHG ini secara berkala, STP menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya memenuhi standar sertifikasi, tetapi juga secara aktif memantau dan berupaya menekan dampak lingkungan dari seluruh rantai produksi pakan — sejalan dengan visi perusahaan untuk mendukung akuakultur yang berkelanjutan dari hulu ke hilir.
Lampiran : https://online.fliphtml5.com/ecjmo/IJA-AQUAFEED\_GHG-Report/