Benarkah Ikan Dori Adalah Ikan Patin? Berikut Faktanya

2026-08-11

Benarkah Ikan Dori Adalah Ikan Patin? Berikut Faktanya

Faktanya, produk yang dijual dengan nama “ikan dori” di pasar Indonesia bukanlah ikan Dori (John Dory) yang asli, melainkan fillet ikan patin (Pangasius) yang dipasarkan memakai nama dagang tersebut. Dori fillet, dori crispy, atau dori saus mentega yang sering Anda temui sebenarnya adalah olahan daging patin, sementara John Dory sungguhan (Zeus faber) adalah ikan laut yang jarang ditemukan di perairan Indonesia.

Pernah memesan fillet dori di restoran atau melihatnya di rak supermarket, lalu bertanya-tanya sebenarnya itu ikan apa? Anda tidak sendirian. Di pasar Indonesia, banyak orang mengira dori adalah nama spesies ikan laut tertentu yang mahal. Padahal, “dori” sebenarnya adalah nama dagang, bukan nama ilmiah, dan produk yang beredar dengan label itu sebagian besar berasal dari ikan air tawar yang sudah sangat familiar bagi pembudidaya lokal: patin. Artikel ini akan membedah faktanya, mulai dari asal-usul nama dori sampai kandungan gizi ikan patin yang sebenarnya.

Dari Mana Istilah Dori Berasal?

Nama “dori” sebenarnya merujuk pada John Dory (Zeus faber), ikan laut bertubuh pipih yang hidup di perairan Eropa, Afrika, sampai Australia. Ikan ini punya daging putih yang lembut dan dihargai tinggi di dunia kuliner Barat. Masalahnya, John Dory asli hampir tidak pernah masuk ke pasar Indonesia karena bukan ikan lokal dan harganya mahal.

Ketika permintaan fillet ikan putih tanpa duri meningkat, industri kuliner mencari alternatif yang lebih murah dan mudah didapat. Patin, yang dagingnya mirip dari segi warna dan tekstur, akhirnya dipasarkan dengan nama dagang “dori”. Istilah ini terdengar lebih premium dan internasional dibanding menyebutnya patin, sehingga cepat populer di menu restoran maupun produk beku.

Ada satu hal lagi yang sering tertukar. Tokoh Dory dalam film animasi populer sebenarnya adalah ikan blue tang (Paracanthurus hepatus), ikan hias air laut yang berbeda lagi. Jadi ketika bicara dori, ada tiga hal terpisah yang kerap dianggap sama: dori komersial yang berupa patin, John Dory asli, dan Dory si tokoh kartun.

Kenapa Patin Dipilih Menjadi Dori Komersial?

Bukan tanpa alasan patin menjadi pengganti yang pas. Ada beberapa keunggulan yang membuatnya cocok dijual sebagai fillet dori:

•    Dagingnya berwarna putih bersih dengan tekstur lembut yang menyerupai John Dory

•    Ukuran tubuhnya besar sehingga menghasilkan fillet tebal dan lebar, ideal untuk dipotong porsi restoran

•    Durinya sedikit dan mudah dipisahkan, praktis untuk konsumen yang tidak suka repot

•    Rasanya netral dan tidak amis, sehingga mudah dipadukan dengan berbagai bumbu dan saus

•    Harganya jauh lebih terjangkau dibanding ikan laut fillet impor

Kombinasi daging tebal, minim duri, dan harga bersahabat inilah yang membuat patin mendominasi pasar fillet dori di Indonesia.

Mengenal Patin dan Nilai Gizinya

Secara biologis, patin tergolong ikan yang tahan banting. Ia bersifat omnivora, artinya bisa memakan pakan alami maupun pakan buatan, dan mampu bertahan di air dengan kadar oksigen yang tidak terlalu tinggi. Karakter inilah yang membuat patin relatif mudah dipelihara, bahkan di kolam dengan kepadatan tinggi. Tubuhnya bisa tumbuh besar, dengan bobot mencapai beberapa kilogram bila dipelihara cukup lama.

Julukan tahan banting itu bukan sekadar sebutan. Saat kadar oksigen di air menipis, patin mampu naik ke permukaan untuk mengambil udara langsung. Kemampuan bertahan inilah yang membuatnya bisa dipelihara di kolam padat maupun perairan yang kualitasnya belum ideal, sesuatu yang menyulitkan bagi banyak jenis ikan lain.

Di balik nama dori yang terdengar eksklusif, patin sebenarnya adalah sumber protein hewani yang baik dan ramah di kantong. Dalam 100 gram daging patin terkandung sekitar 15 sampai 17 gram protein, dengan kadar lemak yang relatif rendah.

Beberapa hal yang membuat patin layak masuk menu harian:

•    Kandungan protein tinggi yang mendukung pertumbuhan otot dan pemulihan tubuh

•    Kadar lemak rendah sehingga cocok untuk yang menjaga pola makan

•    Mengandung omega-3 yang baik untuk jantung dan otak

•    Teksturnya lembut dan mudah dicerna oleh segala usia

Dengan kata lain, memilih dori berarti mendapatkan gizi ikan patin dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong dibanding ikan fillet impor.

Dari Meja Makan sampai Kolam Budidaya

Di dapur, fillet patin sangat serbaguna. Ia bisa digoreng tepung menjadi dori crispy, dipanggang, dibuat saus mentega, atau diolah menjadi nugget dan aneka masakan rumahan. Fleksibilitas inilah yang membuatnya digemari, baik di restoran maupun dapur keluarga.

Permintaan yang tinggi ini menjadikan patin salah satu komoditas air tawar unggulan Indonesia. Bahkan pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pernah mendorong konsumsi patin lokal sebagai pengganti fillet dori impor. Budidayanya menyebar di banyak daerah karena ikan ini tumbuh cepat dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang beragam. Bagi yang ingin menekuni usahanya, tersedia panduan budidaya ikan patin yang membahas langkah-langkahnya secara lengkap.

Salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya patin adalah kualitas pakan. Sebagai produsen yang beroperasi sejak 1987 dan menjadi bagian dari JAPFA, STP menghadirkan rangkaian pakan STP khusus patin, seperti seri SPM 4, SPF 3 Extruder, dan Supra NP, yang bisa ditelusuri lewat katalog pakan ikan patin. Pemilihan pakan yang tepat, seperti diulas dalam panduan pakan ikan budidaya terbaik STP, turut menentukan kualitas daging yang dihasilkan.

Penutup

Jadi, ketika Anda menikmati fillet dori, sebenarnya Anda sedang menyantap ikan patin, komoditas air tawar lokal yang dagingnya putih, tebal, dan minim duri. Nama dori hanyalah istilah dagang yang membuatnya terdengar lebih mewah, sementara John Dory asli (Zeus faber) adalah ikan laut yang jarang beredar di Indonesia. Memahami hal ini membantu kita menghargai patin apa adanya, yaitu ikan bergizi tinggi, terjangkau, dan punya potensi budidaya yang besar di dalam negeri.

FAQ

Apakah ikan dori sama dengan ikan patin?

Di pasar Indonesia, sebagian besar fillet dori yang dijual memang berasal dari ikan patin (Pangasius). Nama dori dipakai sebagai istilah dagang karena warna dan tekstur dagingnya menyerupai John Dory asli, yang sebenarnya merupakan ikan laut berbeda dan jarang ada di sini.

Apakah ikan patin sehat untuk dikonsumsi?

Ya. Patin merupakan sumber protein hewani dengan kadar lemak rendah dan mengandung omega-3. Dagingnya yang lembut mudah dicerna, sehingga aman dan cocok dikonsumsi mulai dari anak-anak sampai orang lanjut usia.

Apa bedanya patin dengan John Dory asli?

Patin adalah ikan air tawar dari famili Pangasiidae yang banyak dibudidayakan di Indonesia. John Dory (Zeus faber) adalah ikan laut bertubuh pipih dari perairan Eropa dan sekitarnya. Keduanya berbeda jenis, tetapi warna daging yang mirip membuat patin dipasarkan dengan nama dori.

Share Article:

Other Articles