Komitmen Nyata untuk Akuakultur Berkelanjutan

carousel-image-1

Mengutamakan Kepedulian terhadap Lingkungan

Komitmen kami terhadap keberlanjutan lingkungan ditunjukkan melalui berbagai inisiatif untuk melindungi dan menjaga sumber daya air. Kami sadar bahwa air sangat penting dalam operasi kami. Itulah alasan kami menjalankan program konservasi air sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Inisiatif ini difokuskan di sekitar area operasional kami, di mana dampaknya langsung berkontribusi pada kesejahteraan ekosistem lokal. Kami berusaha mengurangi dampak lingkungan dengan menggunakan teknologi manajemen dan konservasi air terbaru. Langkah-langkah ini memastikan penggunaan air yang efisien, mengurangi polusi, dan menjaga keseimbangan alam di habitat tempat kami beroperasi.
carousel-image-1

Memberdayakan Masyarakat

Kami percaya bahwa petani akuakultur dan komunitas tempat kami beroperasi memiliki peran penting dalam industri. Komitmen kami untuk mengutamakan akuakultur berkelanjutan tidak hanya diwujudkan dengan menjaga lingkungan, tetapi juga dengan meningkatkan kesadaran tentang praktik akuakultur yang lebih ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan melalui pengenalan metode budidaya yang ramah lingkungan dan penciptaan lulusan yang siap terjun di industri.
Selain itu, kami mendukung penghidupan berkelanjutan di daerah budidaya udang vannamei. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ini ke dalam setiap aspek bisnis kami, STP Aquaculture tetap teguh dalam misi kami untuk berkontribusi positif pada praktik akuakultur berkelanjutan, tidak hanya menjaga operasi kami, tetapi juga memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
carousel-image-1
carousel-image-1

Pakan Ikan Apung vs Tenggelam: Mana yang Tepat untuk Budidaya Anda?

Pakan ikan apung adalah pakan berbentuk pelet yang mengapung di permukaan air. Pelet ini dibuat dengan cara dimasak pada suhu tinggi, sebuah proses yang disebut ekstrusi, sehingga adonannya mengembang, berongga, dan menjadi ringan. Kebalikannya adalah pakan tenggelam, yang dibuat dengan cara dipadatkan tanpa dimasak panas sehingga lebih berat dan langsung turun ke dasar kolam. Singkatnya, pakan apung paling cocok untuk ikan yang biasa makan di permukaan seperti nila dan lele, sebab pembudidaya bisa langsung melihat nafsu makan ikan dan sisa pakannya. Pakan tenggelam lebih pas untuk ikan yang makan di dasar kolam seperti udang. Jadi, pakan yang terbaik bukan soal mana yang lebih hebat, melainkan mana yang paling cocok dengan jenis ikan, kebiasaan makannya, dan kondisi kolam Anda.